Bagaimana mahu membaca lebih banyak buku?
Kami sekeluarga selamat sampai di Kelantan pada hari Awal Muharram tempoh hari. Aku akan kembali ke Shah Alam pada Isnin nanti dan mula bekerja pada hari Selasa. Ummu Adam, Adam dan Alya akan aku tinggalkan di kampung kurang lebih selama sebulan. Membujanglah aku sekejap. Huhu!
Hari ini aku cuma ingin berkongsi satu tulisan dari lifehack.org tentang bagaimana untuk lebih banyak membaca tahun ini.
How to Read More Books This Year
Here are a few tips for boosting the amount of books you can read:
- Speed Read. Speed reading has been attacked by all sorts of people for being fake, compromising understanding or based on junk-science. I think this is based on the misconception that speed-reading is all about a magical technique that allows you to blur through pages, rather than plain, common-sense habits to make reading faster. There are entire books on speed reading, but here are a few tips that have stuck with me since I first learned to speed read a few years ago:
- Use a pointer. Run your index finger beneath the text on the page. This keeps your eyes focused on a specific point on the page. After a week or two of adapting to using your finger, this can boost your reading rate considerably.
- Practice read. Practice reading means “reading” slightly faster than you can actually comprehend. While you won’t get any new information from practice reading, this trains you to read without needing to subvocalize (repeat the words in your head).
- Start a Morning Ritual. Recently I decided to set aside time for reading each morning. Following when I wake up at 5:30, I read for an hour and a half. This lets me squeeze in reading time on a schedule that would otherwise be too busy during the day. Even if you can only devote 15-30 minutes of reading each morning you can read 20-30 books each year.
- One Book at a Time. Trying to multi-task between books is wasting your time. My rule is that I should continue reading one book until I finish it, or decide to quit it entirely. Putting one book on hold to start another just crowds your to-do list.
- Carry a Book With You. If you plan on going anywhere, keep a book with you and you can read if you are forced to wait. Throughout your day there are probably many moments where you have to wait for a few minutes in lines, during breaks or when traveling. Having a book with you means those moments aren’t wasted.
- Audio Books. Most popular books have audio versions. While the audio versions are more expensive (use the library), you can have something to play in your car when you are driving or in your iPod when walking around.
Aku tidak pasti yang no. 3 dan no. 5. Aku biasanya membaca lebih dari sebuah buku pada satu masa. Dan aku tidak pernah mencuba Buku Audio. Tak berminat pun!
Jiwa Rasa juga berazam untuk menulis petua-petua tentang buku beliau. Dan Bibliobibuli cabar baca sebuah buku seminggu. 52 buku setahun, ada berani?
Entri-entri berkaitan:
- Obama kecek tentang membaca…
- Buku vs e-buku: Bakal tamatkah riwayat hidup buku tradisional?
- Teka buku dan menang!
- Siapa kata rakyat Malaysia tidak membaca?
- The Alchemist di Bukuria
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.













Aku. Aku bukanlah Tok Mudin yang potong orang punya itu. Aku lelaki yang telah pun disunatkan. Suami kepada seorang isteri. Bapa kepada seorang putera dan seorang puteri, Adam Naqiuddin dan Alya Wafiyah. Apa lagi yang kalian mahu tahu? Email aku di admin@mudin001.com
salam tok,
saya biasa buat yang no 4. kalau buku tu menarik, duduk di mana-mana pun saya baca. tapi pada saya, tak semua buku sesuai dibaca pada semua keadaan. ada setengahnya yang perlu lebih konsentrasi, jadi tempat perlu lebih selesa..
tok baca buku apa sekarang?
January 12th, 2008 at 4:58 pmSama la dgn aku psl no.5 tu. Tak semua org jenis auditori. Mcm aku ni jenis visual, sebab tu lebih suka baca daripada dengar. Kalau apa-apa bahan berbentuk audio, aku akan lebih seronok kalau transkripnya ada sekali. Apa-apa sahaja bahan berbentuk audio akan buat aku mengantuk, kecuali lagu, hehhe.
January 12th, 2008 at 6:46 pmdulu.. sebuah buku seminggu… rajin gak buat… buku komik lah… ekekeke…
January 12th, 2008 at 8:28 pmwak gi c’chukor di pula mlako ko awe?
dude, april nanti ada pesta buku di pwtc. amacam?
January 14th, 2008 at 4:12 amsalam tok,
January 14th, 2008 at 9:43 amsaya kerap tak habis membaca sesebuah buku. half way je, teringin nak beli buku baru. mungkin saya sesuai dengan majalah dan suratkhabar saja.
Salam,
January 14th, 2008 at 2:42 pmInteresting pointers.
Kalau sebulan 1-2 tu, insyaAllah. Tapi kalau nak seminggu satu, aku berat sikit. Mana taknya, mana nak membaca buku kontrak lagi, mana nak membaca tender lagi… [alasan......]
January 14th, 2008 at 2:54 pmSis, setuju. Tidak semua buku sesuai dibaca dalam semua keadaan. Tok baru selesai menelaah buku Islam dan Pluralisme. Sekarang sedang ringan-ringan dengan novel Forever, tulisan novelis kegemaran Ummu Adam, Jude Deveraux.
Kamal, tengah baca buku apa?
Pakchik, aku dah lama tinggal komik, masa sekolah dulu gila juga. Tak cukur lagi Alya, talis pusat pun belum luruh.
KB, ya… aku ingat temujanji kita. Haha!
Accia, bergantung kepada jenis bukulah. Mungkin memang ada jenis buku yang bukan untuk dibaca habis. Tok pun ada banyak buku macam tu… haha!
Normakassim, terima kasih dan sila datang lagi ya?
Wak, 3 buah buku sebulan, amacam? Ada berani?
Terima kasih atas tips yang diberikan oleh tok..insyaAllah cu akan cuba amalkan..
January 16th, 2008 at 11:02 am